Minggu, 09 Januari 2022

Cerita Varian Omicron

 

Saat ini, coronavirus telah memberikan ancaman yang besar bagi dunia termasuk Indonesia. Hal ini membuat masyarakat semakin waspada dan mulai menjaga kesehatannya. Bahkan, akibat coronavirus ini mengakibatkan Indonesia mengalami krisis kesehatan global dan sosial ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pembatasan sosial dan penutupan sekolah berdampak pada Pendidikan, Kesehatan mental, dan akses ekonomi terganggu.

Pada situs covid19.go.id, World Health Organization (WHO) menyebutkan, telah menemukan varian omicron yang terjadi pada (24/11/21) dengan sebutan ilmiah B.1.1.529 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Varian omicron itu sendiri dinyatakan sebagai evolusi virus yang memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada penyebarannya, seperti mudah tersebar kepada siapa saja bahkan anak kecil dan bisa menimbulkan penyakit berat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi telah munculnya covid-19 berjenis omicron masuk ke Indonesia yang terjadi pada (15/12/21). Varian covid omicron diyakini bisa berkembang lebih cepat dari pada varian delta. Meski bergejala ringan namun beberapa negara sudah mengkonfirmasi kematian pertama penyebab covid omicron.

Antisipasi dengan masuknya varian omicron ini menjadi salah satu langkah bagi masyarakat dari upaya bela negara. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama serta patuh terhadap peraturan yang dibuat mulai dari memperkecil mobilitas masyarakat, peningkatan cakupan vaksinasi, mempertimbangkan peningkatan masa karantina menjadi 14 hari jika omicron meluas dan tetap menggunakan level PPKM.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi  langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Penentuan level yang didasarkan pada standar WHO,  yaitu level yang sesuai dengan banyaknya kasus dari virus di setiap tempat. Namun, penerapan PPKM tidak selalu berjalan dengan baik dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Seperti pendapatan usaha yang sulit memperoleh laba dan bahkan banyak pegawai yang dipecat dikarenakan tidak mampunya perusahaan menangani krisis ekonomi tersebut. Walaupun bantuan pemerintah tidak memberikan efek perubahan yang baik pada kebutuhan masyarakat.

Menggalakkan program vaksinasi menjadi langkah untuk pencegahan varian covid omicron, tidak lain juga dengan vaksinasi untuk anak dibawah umur yang mulai diterapkan pada awal bulan Desember.  Tujuan dari vaksinasi untuk memberikan kekebalan tubuh seseorang dan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi dengan harapan menurunnya angka kesakitan dan angka kematian.

Data dari Our World in Data menunjukkan jumlah vaksinasi di Indonesia cukup tinggi dengan minimal 1 dosis yang sudah mencapai 146.875.959 vaksin dengan jumlah populasi 53,7% dan vaksinasi dosis 2 sudah mencapai 103.098.857 dengan jumlah populasi 37,7% di Indonesia (15/12/21). Data tersebut sudah mencapai 70% vaksin yang diberikan dari jumlah seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah yakin dengan adanya program vaksinasi yang besar dapat mencegah covid omicron dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal.

Upaya pencegahan dari virus omicron juga berpengaruh terhadap efek kecemasan, jika skenario terburuk yang muncul dalam pikiran dan memunculkan kecemasan di masa sekarang karena berita virus omicron, dapat dilakukan upaya untuk tidak terlalu khawatir dan tidak mengonsumsi berita yang berlebihan. Sebagai contoh, hal terburuknya adalah pengetatan pembatasan sosial, pikiran soslusi untuk menghadapinya seperti mencari cara berkegiatan yang aman dan nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indonesia Sehat

Cerita Varian Omicron

  Saat ini, coronavirus telah memberikan ancaman yang besar bagi dunia termasuk Indonesia. Hal ini membuat masyarakat semakin waspada dan mu...